• Gunadarma University

    Pada tahun 2017 Universitas Gunadarma menjadi perguruan tinggi swasta terkemuka yang bereputasi internasional, memiliki jejaring global, dan memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan daya saing bangsa.

  • Teknik Informatika

    merupakan disiplin ilmu yang menginduk pada ilmu komputer, yang pada dasarnya merupakan kumpulan disiplin ilmu dan teknik yang secara khusus menangani masalah transformasi atau pengolahan fakta-fakta simbolik (data) dengan memanfaatkan seoptimal mungkin teknologi komputer.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

Materi 7 "Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan"

Jumat, 18 Januari 2019 0 comments



MASYARAKAT PERKOTAAN & PEDESAAN, ASPEK-ASPEK POSITIF DAN NEGATIF

A.  Pengertian Masyarakat
     Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semu tertutup atau semi terbuka, dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada di dalam kelompok tersebut.
     Kata “masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, yaitu musyarak. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling ketergantungan satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu pada sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

B.  Syarat-Syarat Menjadi Masyarakat
Untuk terbentuknya suatu masyarakat, paling sedikit harus terpenuhi tiga unsur sebagai berikut :
1.   Terdapat sekumpulan orang.
2.   Berdiam atau bermukim di suatu wilayah yang relatif lama.
3.   Akibat dari hidup bersama dalam jangka waktu yang lama itu menghasilkan kebudayaan berupa sistem nilai, sistem ilmu pengetahuan dan kebudayaan kebendaan.

C.  Masyarakat Perkotaan Dan Pedesaan
     Masyarakat Perkotaan ialah Masyarakat yang dihuni oleh orang-orang yang bersifat  heterogen kedudukan sosialnya . Masyarakat kota ini pada dasarnya  telah mengikuti dampak dari era globalisasi sehingga dapat sering kali pada umumnya muncullah suatu individualisme yakni kurang nya rasa sosialisasi antara orang lain.
Ciri-ciri masyarakat perkotaan adalah sebagai berikut :
1.   Kehidupan agamanya berkurang sebab biasanya hanya duniawi saja yang di kejar nya tanpa memikirkan kelak akhirat nanti
2.   Banyak warga kota yang individualisme tanpa harus memperdulikan orang lain
3.   Warga kota pada umumnya mendapatkan pekerjaan lebih banyak dan lebih baik
4.   Perubahan-perubahan akan terlihat nyata di kota sebab sangat berpengaruh dari budaya luar
5.    Lebih sering terkena dampak globalisasi.
6.   Orang kota pada umumnya akan dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain
7.   Di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, karena perbedaan politik dan agama dan sebagainya.
8.   Pola pikiran rasional yang dianut oleh masyarkat perkotaan.
9.   Interaksi-interaksi yang terjadi lebih berdasarkan pada faktor kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.

     Masyarakat Pedesaan ialah Masyarakat yang pada umum nya masih memegang nilai-nilai cultural kebudayaan dan juga adat-adat yang leluhur mereka ajarkan . Masyarakat pedesaan ini akan masih sulit berkembang seba tertutupnya oleh apa yang leluhur mereka ajarkan , sehingga susah  untuk dapat menerima hal baru. tetapi secara tata krama sangat kental sekali yang namanya gotongroyong ataupun bahumembahu .
Ciri-ciri masyarakat pedesaan berikut ini adalah sebagai berikut :
1.   Kehidupan masyarakat pedesaan masih memegang tinggi nilai keluhuran keagamaan dan juga kebudayaan
2.   Warga pedesaan sering sekali bergotong-royong ketimbang dengan individualism
3.   Masyarakat pedesaan masih berkutat dengan hal-hal yang lama dan juga cenderung susah untuk dapat menerima hal baru
4.   Fasilitas-fasilitas masih jarang terdapat di pedesaan
5.   Akses pedesaan yang terpencil susah untuk ditempuh
6.   Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku didaerahnya
7.   Mempunyai sifat kekeluargaan yang erat
8.   Berbicara apa adanya
9.   Tertutup dalam hal keuangan
10.        Perasaan tidak ada percaya diri terhadap masyarakat kota
11.        Menghargai orang lain
12.        Demokratis dan juga religius

D.  Tipe Masyarakat
Tipe masyarakat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
1.   Masyarakat Terbuka
     Masyarakat terbuka adalah masyarakat yang mau menerima perubahan-perubahan, bak perubahan budaya maupun perubahan teknologi dan segala macam perubahan yang terjadi di lingkungannya.
2.   Masyarakat Tertutup
     Masyarakat tertutup sulit menerima perubahan. Mereka bersifat bahwa perubahan akan menyebabkan hilangnya keaslian budayanya. Mereka menutup diri akan perubahan, adakalanya mereka menerima perubahan namun sifatnya terbatas bahkan ada yang tak mau menerimanya sama sekali. Mereka tak mau bergaul dengan masyarakat luar.

E.   Kota Dan Desa
1.   Kota 
     Ketika mendengar kata kota, pikiran kita tentu menunjuk suatu kawasan yang sangat ramai, lalu lintas yang padat, pertokoan yang berderet-deret, dan fasilitas umum yang tersedia di berbagai tempat. Pada dasarnya kota merupakan wilayah di permukaan bumi yang sebagian besar wilayahnya ditutupi oleh fenomena dan gejala sosial hasil rekayasa manusia, serta merupakan areal konsentrasi penduduk dengan mata pencarian di luar sektor agraris.
2.   Desa
     Desa menurut asal katanya berasal dari bahasa Sanskerta ”dhesi”, yang berarti tanah kelahiran. Jadi, desa tidak hanya dilihat kenampakan sebutan desa fisiknya saja tetapi juga dimensi sosial budayanya. Desa yang berarti tanah kelahiran selain menunjukkan tempat atau daerah juga menggambarkan kehidupan sosial budaya dan kegiatan penduduknya. Sebutan desa di beberapa wilayah berbeda-beda, kampung/dukuh (Jawa Barat), gampong (Aceh), huta (Tapanuli), nagari (Sumatra Barat), marga (Sumatra Selatan), wanus (Sulawesi Utara), dan dusun dati (Maluku).
Ciri-ciri desa :
·      Mempunyai wilayah sendiri
·      Mempunyai sistem masyarakat sendiri
·      Kehidupan sangat erat dengan lingkungan alam
·      Sifat gotong royong masih tertanam kuat pada warga masyarakat desa
·      Masyarakat desa merupakan paguyuban (gemeinschaft) yaitu gaya hidup berdasarkan ikatan kekeluargaan yang kuat
·      Struktur ekonominya bersifat agraris
·      Jumlah penduduk tidak terlalu banyak dan luas daerah tidak terlalu besar
·      Proses sosial berjalan lambat
·      Kehidupan bersifat tradisional
·      Tata pemerintahan dipimpin oleh kepala desa yang dipilih oleh rakyatnya
·      Masyarakat desa pada umumnya masih memegang norma-norma agama secara kua

F.   Hubungan Desa dan Kota
     Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan terdapat hubungan uang erat, bersifat ketergantungan, karena saling membutuhkan. Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan, desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota. Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yg juga diperlukan oleh orang desa, kota juga menyediakan tenaga-tenaga yang melayani bidang-bidang jasa yg dibutuhkan oleh orang desa

G.  Aspek Positif dan Negatif
Beberapa aspek positif dan negatif dari masyarakat pedesaan dan perkotaan adalah sebagai berikut :
·     Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,
·     Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
·     Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
·     Di desa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
·     Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.

Referensi :
http://www.academia.edu/31213601/MAKALAH_MASYARAKAT_SOCIETY_.docx
https://www.gurupendidikan.co.id/perbedaan-masyarakat-perdesaan-dengan-perkotaan/
https://www.zonasiswa.com/2016/05/pengertian-desa-kota-menurut-para-ahli.html
https://www.academia.edu/11504656/Realitas_masyarakat_indonesia_saat_ini

Materi 6 "Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat"

0 comments


PELAPISAN SOSIAL

A.  Pelapisan Sosial
     Pelapisan sosial merupakan suatu pembeda tinggi atau rendahnya kedudukan dan posisi dari seseorang di dalam kelompoknya, jika dibandingkan dengan posisi yang di miliki orang lain didalam kelompok tersebut maupun jika dibandingkan dengan kelompok lainnya. Tinggi atau rendahnya posisi sosial tersebut dapat disebabkan oleh berbagai macam perbedaan atau tolak ukur, seperti kekayaan yang dimiliki di bidang ekonomi, tingkat pendidikan, nilai-nilai sosial, hingga perbedaan berdasar kekuasaan dan wewenang sosialnya.

B.  Terjadinya Pelapisan Sosial
·     Terjadi dengan sendirinya
     Pelapisan sosial dapat terjadi dengan sendirinya, seperti yang telah disebutkan diatas sebelumnya bahwa suatu pelapisan sosial akan terjadi dengan sendirinya dimana pun dan kapan pun selama masih ada sesuatu yang dapat dinilai atau dihargai oleh masyarakat. Contoh pelapisan sosial berdasarkan pada proses ini adalah lapisan-lapisan sosial di masyarakat yang didasarkan pada kekayaan. Dimana kekayaan seseorang adalah sesuatu yang tidak dapat diprediksi sebelumnya, maka ketika seseorang dengan usaha kerasnya dapat mencapai kekayaan yang lebih maka secara sendirinya orang tersebut akan tergolong dalam kelas sosial yang tinggi. Biasanya berdasarkan kekayaan akan ada tiga kelas di dalam masyarakat, seperti kelas masyarakat atas, kelas masyarakat menengah, dan kelas masyarakat bawah.
·     Terjadi karena sengaja di bentuk
     Pelapisan sosial juga dapat terjadi karena memang sengaja dibentuk, sebagai contoh nya adalah kelas-kelas atau tingkatan di dalam suatu organisasi. Organisasi dibentuk dengan tujuan dan fungsinya masing-masing, namun selain itu juga terdapat pembagian status sosial di dalam organisasi tersebut agar dapat menjalankan peran dan wewenang nya sesuai dengan yang dimiliki oleh masing-masing anggota organisasi.

C.  Perbedaan Sistem Pelapisan Dalam Masyarakat
1.   Tipe Kasta
     Tipe kasta memiliki sistem stratifikasi dengan garis pemisah yang kaku. Tipe semacam ini biasanya dijumpai pada masyarakat berkasta dan hampir tidak memungkinkan tiap individu untuk bergerak secara vertikal untuk naik kasta. Di tatanan paling atas ditempati penguasa tertinggi seperti raja. Di lingkup sekitarnya terdapat kaum bangsawan, tentara, dan para pemuka agama. Pelapisan kedua ditempati oleh kalangan pekerja seperti petani, dan pelapisan terendah terdiri atas para budak. Dalam sistem kasta, pemuka agama termasuk dalam kasta tertinggi atau Brahmana.
2.   Tipe Oligarki
     Tipe oligarki memiliki tipe stratifikasi yang menggambarkan garis pemisah yang sangat tegas di antara strata. Akan tetapi, perbedaan antar strata satu dengan strata lain tidak begitu mencolok. Walaupun kedudukan para warga masyarakat masih banyak didasarkan kepada aspek keturunan, akan tetapi individu masih diberikan kesempatan untuk naik ke strata yang lebih atas. Contohnya bisa dilihat dari kelas menengah yang mempunyai warga paling banyak, seperti masyarakat di industri, perdagangan dan keuangan yang memegang peranan lebih penting di masyarakat. Ada bermacam-macam cara warga dari strata bawah naik ke strata yang lebih atas dan juga ada kesempatan bagi warga kelas menengah  untuk menjadi penguasa.
3.   Tipe Demokratis
     Tipe demokratis adalah tipe ketiga dengan garis pemisah antar lapisan yang sifatnya fleksibel. Faktor keturunan tidak menentukan kedudukan atau tinggi-rendahnya status seseorang, namun yang diutamakan adalah kemampuannya dan kadang-kadang juga ditambah dengan faktor keberuntungan.

D.  Teori Pelapisan Sosial
·     Upper upper class merupakan golongan yang kaya dari sananya. Dalam artian golongan ini memang sudah sejak lama memiliki kekayaan yang berlimpah dan memiliki pengaruh dalam masyarakat. Seperti keturunan kerajaan.
·     Lower upper class merupakan golongan yang kaya namun kekayaan yang didapatkan belum terlalu lama. Biasanya kelas sosial ini adalah orang yang baru saja sukses merintih karir dari nol.
·     Upper middle class terdiri dari orang orang yang tidak terlalu kaya tapi cukup untuk pendidikan, tabungan masa depan serta untuk kebutuhan tersier. Biasanya kelas sosial ini terdiri dari pengusaha atau orang professional.
·     Lower middle class tidak jauh berbeda dengan golongan sebelumnya. Golongan ini juga berkebutuhan cukup namun tidak sebanyak upper middle class. Seperti juru tulis ataupun pegawai kantoran.
·     Upper lower class terdiri dari mereka yang mungkin punya pekeraan tetap namun masih kesulitan dalam hal keuangan untuk menutupi kebutuhannya.
·     Lower lower class adalah kelas sosial terendah yang sangat amat sulit menghidupi kebutuhannya. Biasanya tediri dari para pekerja tidak tetap atau pengangguran.

KESAMAAN DRAJAT
    
     Sebagai warga negara Indonesia, tidak dipungkiri adanaya kesamaan derajat antar rakyaknya, hal itu sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 dalam pasal ..
1.   Pasal 27 ayat 1, berisi mengenai kewajiban dasar dan hak asasi yang dimiliki warga negara yaitu menjunjung tinggi hukum dan pemenrintahan
2.   Pasal 27 ayat 2, berisi mengenai hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
3.   Pasal 28, ditetapkan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, menyampaikan pikiran lisan dan tulisan.
4.   Pasal 29 ayat 2, kebebasan memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara 4. Pasal 31 ayat 1 dan 2, yang mengatur hak asasi mengenai pengajaran.

ELITE DAN MASSA

A.  Pengertian Elite Dan Massa
     Dalam masyarakat tertentu ada sebagian penduduk ikut terlibat dalam kepemimpinan, sebaliknya dalam masyarakat tertentu penduduk tidak diikut sertakan.
     Dalam pengertian umum elite menunjukkan sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi.
     Dalam arti lebih khusus lagi elite adalah sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan. Istilah massa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spotnan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tetapi yang secara fundamental berbeda dengannyadalam hal-hal yang lain.
     Massa diwakili oleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku missal seperti mereka yang terbangkitkan minatnya oeh beberap peristiwa nasional, mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebgai dibertakan dalam pers atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam arti luas.
Ciri-Ciri Massa :
·     Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial,meliputi orang orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tingkat kemakmuran atau kebudayaan yang berbeda-beda. Orang bisa mengenali mereka sebagai masa misalnya orang-orang yang sedang mengikuti peradilan tentang pembunuhan misalnya malalui pers. 
·     Massa merupakan kelompok yagn anonym, atau lebih tepat, tersusun dari individu   individu yang anonim. Sedikit interaksi atau bertukar pengalaman antar anggotaanggotanya

B.  Fungsi Elite
Pembedaan elite dalam memegang strategi secara garis besar adalah sebagai berikut :
·     Elite politik (elite yang berkuasa dalam mencapai tujuan).
·     Elite ekonomi, militer, diplomatik dan cendekiawan (mereka yang berkuasa atau mempunyai pengaruh dalam bidang itu).
·     Elite agama, filsuf, pendidik, dan pemuka masyarakat.
·     Elite yang dapat memberikan kebutuhan psikologis, seperti : artis, penulis, tokoh film, olahragawan dan

Referensi
https://blog.ruangguru.com/mengenal-tipe-sistem-stratifikasi-sosial
https://materiips.com/contoh-pelapisan-sosial
https://materiips.com/macam-macam-kelas-sosial
http://widiyatmiko.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/53659/Pelapisan+Sosial+dan+Kesamaan+derajat.pdf

 
Khahlil Gibran Hadi © 2018 | Edited by Khahlil Gibran Hadi